Sabtu, 28 Februari 2015

Tetesan air mata seorang hamba yang takut kepada Allah dengan sebenar-benarnya."


Dahulu.......
karena taqwa, zuhud, ilmu dan amal, para salafus shalih sangat takut kepada Allah Ta'ala...
Mata mereka banyak menangis dan kaki mereka bengkak karena lamanya berdiri shalat malam...
Mereka takut pada ngerinya sakaratul maut, pada su'ul khatimah, adzab kubur, adzab akhirat, siksa neraka dll...
Rasa takut mereka inilah yang dengan rahmat Allah justru menyelamatkan dari apa yang mereka takuti...
Tetapi.......hari ini sangat langka didapati manusia yang takut kepada Allah dengan khouf (rasa takut) yang sebenar-benarnya...
Ada sebagian orang merasa :
sudah banyak beramal.......
sudah banyak berbuat baik.......
merasa sudah bertaqwa.......
merasa dirinya suci.......
merasa sudah diampuni.......
merasa amalnya pasti diterima.......
merasa pasti akan masuk surga.......
merasa sudah menjadi pengurus majelis taklim.......
merasa sudah mengikuti manhaj salaf.......
merasa sudah sering mengirimkan tulisan-tulisan di WA, BB dll, sehingga ia pun merasa Allah Ta'ala tidak mungkin mengadzabnya dan hilang darinya rasa takut kepada Allah 'Azza wa Jalla.......
Padahal Allah Ta'ala berfirman :
"Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga) ? Tidak ada yang merasa aman dari siksa Allah kecuali orang-orang yang merugi" (Qs.7:99).
Bagaimana mungkin seorang yang beriman merasa percaya diri dengan amalnya !?
Bagaimana mungkin ia merasa bahwa apa yang telah ia lakukan pasti akan membuatnya aman dari adzab Allah !?
Sekali-kali bukanlah demikian sifat seorang mukmin. Ada pun orang beriman, ia senantiasa khawatir atas dosa yang ia telah lakukan, tidak ada yang ia anggap kecil dan remeh.......
Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata :
"Sesungguhnya orang mukmin melihat dosa-dosanya seolah-olah dia sedang duduk di bawah sebuah gunung yang dia khawatir gunung itu akan jatuh menimpanya. Sedangkan orang yang suka berbuat dosa melihat dosa-dosanya bagaikan seekor lalat yang terbang di depan hidungnya" (HR.Bukhari no.6308)
Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata :
Wahai saudaraku.......
Sampai kapan kelalaian ini, sementara kalian akan dituntut tanpa persiapan !?
Maka demi Allah,
ikatlah hari-hari kalian dengan menghasilkan sejumlah pahala.......
Perbaikilah dari amal-amal kalian yang telah rusak. Jadilah kalian berada di atas kesiapan dari ajal kalian !
Sungguh dunia telah mengumumkan kepada kalian dia akan pergi, sementara kalian bermain-main dengan ajal, sementara di hadapan kalian ada hari penghisaban.......
Oh....betapa beratnya tanggungan
Oh....betapa sedikitnya bekal dan jauhnya perjalanan.......
Maka wahai orang-orang yang tertipu dengan kesejahteraannya dan terfitnah dengan kedustaan angan-angannya, yang hilang dari kebenaran dan dusta dalam perbuatan-perbuatannya.......!
Sampai kapan engkau akan menunda taubat, sementara tidak ada udzur bagimu untuk menunda !?
Sampai kapan dikatakan kepadamu, orang yang terfitnah ?! Orang yang tertipu ?!
Wahai orang yang malang, telah berakhir beberapa bulan kebaikan sementara engkau menghitung bulan-bulan lain ?!
Apa anggapanmu ?!
Engkau diterima ataukah ditolak ?!
Engkau sampai atau terhalang !?
Engkau besok akan menaiki kemuliaan ataukah malah diseret di atas wajahmu ?!
Engkau termasuk ahli neraka ataukah para pemilik kenikmatan dan istana-istana surga ?!
Di sana, demi Allah, beruntunglah orang-orang yang takut kepada Allah dan merugilah orang-orang bathil !?
Ingatlah, bahwa segala urusan akan kembali kepada Allah" (Kitab Bahrud Dumuu').
Ya akhi..........sudahkah kita sungguh-sungguh menyiapkan bekal untuk hari esok di akhirat ?
Jika kematian datang, kelezatan dan kenikmatan yang ada pada seseorang tidak akan diperlukannya lagi.......
Hasan al-Bashri rahimahulloh berkata :
"Bersegeralah, wahai sekalian hamba Allah.......
Bersegeralah......!!!
Yang tersisa tinggal beberapa hembusan nafas.......!
Sekiranya dia tertahan, niscaya terputuslah amalan yang kalian tujukan untuk mendekatkan diri kepada Allah.......!
Semoga Allah merahmati orang yang melihat dirinya, lantas menangis karena dosa-dosanya"
Kemudian ia membaca :
"Hanyasanya Kami menghitung dengan hitungan teliti (datangnya hari siksaan) untuk mereka" (Qs.19:84).
Kemudian ia menangis dan berkata :
"Hitungan terakhir adalah keluarnya nyawamu.......!
Hitungan terakhir adalah perpisahan dengan keluargamu.......!
Hitungan terakhir adalah masuknya kamu ke kuburmu.......!
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Ada 3 manusia yang mata mereka tidak akan melihat api neraka, yaitu mata yang berjaga-jaga di jalan Allah, mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang menahan diri dari hal-hal yang diharamkan Allah" (HR.Ath-Thabrani, Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no.3326, hadits dari Mu'awiyah).
Api maksiat yang masuk ke hati manusia merubah hati mereka menjadi arang hitam.
Api maksiat hanya bisa dipadamkan dengan air mata yang mengalir deras sebab takut kelak dihisab pada hari kiamat dan perasaan semua perkataan dan perbuatan selalu diawasi Allah...
Jika rasa takut itu berada di dalam hati, maka ia akan membakar tempat-tempat nafsu syahwat di hati dan mengusir kecintaan terhadap dunia darinya.......
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :
"Jika mata seseorang mengucurkan air mata karena takut kepada Allah, maka Dia mengharamkan neraka menyentuh tubuhnya.......
Jika air mata mengalir ke pipinya, maka wajahnya tidak hitam dan hina pada hari Kiamat. Tidak ada amal perbuatan yang berbobot berat dan diberi pahala, kecuali air mata yang keluar karena takut Allah. Air mata seperti itu dapat memadamkan panasnya api neraka"
Sungguh aneh, bagaimana manusia bergembira, sementara maut membuntuti, kuburan menanti, kiamat semakin mendekati dan dihadapan Allah kelak mereka berdiri.......??!
Wahai saudaraku, sudahkah kita merasa takut kepada Allah dengan sebenar-benarnya ???
🌍Kerasnya hati akibat cinta dunia, dan mengabaikan kematian...
Kerasnya hati akibat banyak meninggalkan ibadah, dan mengabaikan Allah Ta'ala...
Kerasnya hati akibat banyaknya dosa dan maksiat, dan mengabaikan akhirat...
Manusia yang hatinya paling lembut adalah jika hatinya merasa takut kepada Allah sehingga mereka pun paling sedikit dosanya dan cepat meneteskan air mata.......
Demi Allah, barangsiapa yang nantinya tidak mendapatkan rahmat, maka tempatnya adalah adzab Allah.......!
Demi Allah, barangsiapa yang nantinya tidak mendapatkan ampunan, maka tempatnya adalah adzab Allah.......!
Demi Allah, barangsiapa yang nantinya tidak mendapatkan keselamatan, maka tempatnya adalah adzab Allah.......!
Demi Allah, barangsiapa yang nantinya tidak mendapatkan karunia, maka tempatnya adalah adzab Allah.......!
Demi Allah, barangsiapa yang nantinya tidak mendapatkan surga, maka tempatnya adalah neraka Allah......!
Ya Allah, ampunilah kami yg selalu lalai.......!
Ya Allah, karuniakanlah rasa takut kepada kami yang dapat menghalangi kami dari bermaksiat kepada-Mu.......!
Wallahul Muwaffiq.
🌿Oleh : Ustadz Najmi bin Umar Bakar hafidzahullahu.

JANGAN MENYOMBONGKAN DIRI


Di sebuah desa ada seorang pria tampak sedang ber-main² dgn anak kecilnya, sementara istrinya sedang bekerja di dapur.
Ayah yg sangat mencintai anaknya itu berjalan mengelilingi rumah sambil memanggul anaknya itu di atas pundaknya.
Ketika mereka sampai di tengah rumah, sang ayah membiarkan anaknya itu berdiri di atas pundaknya & menggapai ke atas untuk menyentuh kayu penyangga atap.
Setelah berhasil memegang kayu penyangga atap, anak kecil itu sangat senang & berteriak,
"Mama.. Mama...lihat ayo lihat ke sini...
Sekarang saya lebih besar dari Ayah... Lihat!
Saya bisa menyentuh kayu penyangga atap, sedangkan ayah tidak bisa."
Sambil tersenyum ibunya berusaha menyenangkan hati anak kecil itu & berkata,
"Wah, Hebat sekali...
Kamu sungguh seorang anak yg besar & kuat."
Kemudian sang ayah meminta anaknya agar berpegangan erat² pada kayu itu, per-lahan² si ayah mulai merendahkan diri & membiarkan anak itu bergantung sendirian.
Kini anak kecil itu men-jerit² ketakutan karena pijakannya tak ada lagi.
"Ayah... Ayah... Tolong jangan tinggalkan aku...Tolong ayah..."
Bukankah seringkali kita bersikap seperti anak kecil tadi ?
Ketika kita berhasil melakukan sesuatu yg baik & hebat, kita lalu merasa bahwa diri kita sungguh hebat & luar biasa, padahal di balik keberhasilan seseorang pastilah ada PRIBADI-PRIBADI yg tak pernah meninggalkan kita & DIA lah yg sebenarnya telah turut serta membuat kita Berhasil.
Jadi, JANGAN PERNAH MENYOMBONGKAM KESUKSESAN ATAU PUN KEBERHASILAN KITA, karena BUKAN HANYA KEMAMPUAN KITA YG MEMBUAT KITA BERHASIL, namun PERAN SERTA ORANG-ORANG DISEKITAR KITA YG TELAH MEMBANTU MEMBUAT KITA BERHASIL!!!
Subhanallah, Semoga yang like dan mengucapkan Aamiin di kolom komentar ilmunya bermanfaat untuk umat manusia. Aamiin

JANGAN SEKEDAR CARI PENDAMPING .


Tapi carilah pasangan yang mau membimbing.
Yang mengajakmu menjadi wanita yang mau menutup aurat.
.
Yang mau mengajarimu menjadi wanita yang berkata santun.
Yang mau membawamu menjadi wanita yang berakhlak mulia.
.
Yang mau mengingatkanmu menjadi wanita yang selalu
menjaga kehormatan.
Tampan itu tidak ada manfaat.
Jika dia mengajakmu bermaksiat.
.
Kaya juga tak berarti hebat.
Jika dia membuat hidupmu tersesat.
Biarlah dia tak berpangkat.
Asal menjadikanmu wanita terhormat.
.
Jika salah dia mau memperbaiki.
Bukan malah menghakim.
Jika lupa dia mau mengingatkan.
.
Bukan malah menyalahkan.
Jika khilaf dia segera memaafkan.
Bukan malah mempersoalkan..
Utamakan yang beragama.
Kerana itu yang akan menjadikanmu hidup
bahagia dunia dan akhirat..
.
Karena dia mampu membimbingmu kejalan
yang di ridhoi-Nya..!!

DOA UNTUK KEDUA ORANG TUA KITA


Yang Merasa Sayang Terhadap Orang Tua,
Baca lah Dan Sempatkan Tulis "Aamiin" Pada Komentar, Semoga ALLAH SWT Mengabul kan nya,
“Ya Allah, ampunilah dosa kami & dosa kedua orang tua kami.
masih terbayang air mata ibu yang mengalir & rintihannya disetiap malam ketika berdoa memohon kepadaMu untuk kebahagiaan kami, anaknya.
Sayangilah Ibu & ayah kami sebagaimana beliau meyayangi kami sewaktu kecil..
Ya Allah, Muliakanlah mereka, tiada pernah kami sanggup menggantikan setiap tetes air
mata ibu & keringat ayah.”Aamiin

Minggu, 15 Februari 2015

Pribadi Tangguh

Semoga Alloh Swt. Yang Maha Mendengar setiap doa-doa kita, menjadikan kita pribadi-pribadi yang beruntung. Pribadi-pribadi yang ditempatkan bersama orang-orang sholeh di surga-Nya kelak. Sholawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada Rosululloh Saw. sang pemberi syafaat, dan semoga kita termasuk umatnya yang memperoleh syafaat. Aamiin.

Saudaraku, seseorang yang hanya memiliki keberanian saja belum cukup untuk membuatnya berhasil meraih kesuksesan sejati. Karena boleh jadi hari ini dia berani mengambil sebuah langkah yang benar, namun keesokan harinya ia goyah dan tumbang sehingga mundur kembali. Maka, selain berani, ia juga haruslah tangguh.
Rosululloh Saw. adalah contoh pribadi tangguh terbaik dalam sejarah peradaban manusia. Jikalau terjadi pertempuran demi menegakkan panji-panji agama Alloh, maka beliau tidak hanya membangkitkan semangat pasukan kaum muslimin untuk maju ke medan jihad, melainkan beliau pun terjun langsung dan selalu di garis terdepan. Karena Rosululloh Saw. yakin bahwa jihad di jalan Alloh adalah perjuangan agung yang sangat dicintai oleh Alloh Swt. Beliau tiada pernah surut langkahnya meski tantangan dan rintangan yang berat dan pedih selalu ada.
Begitupun bagi kita. Setiap kali datang suatu nasehat untuk berbuat kebaikan, kemudian kitapun termotivasi untuk berani melaksanakannya, maka sesungguhnya itu belumlah selesai. Berani namun rapuh, akan membuat kita mudah berhenti di tengah perjalanan. Akan tetapi jika berani sekaligus tangguh, maka kita akan istiqomah menjalankannya.
Orang yang tangguh adalah orang yang senantiasa menyadari bahwasanya setiap persoalan dan ujian yang datang hakikatnya itu dari Alloh Swt., dan sesungguhnya Alloh telah mengukur agar ujian tersebut tidak melampaui kesanggupan kita untuk memikulnya.
Alloh Swt. berfirman, “Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqoroh [2] : 286)
Orang yang tangguh adalah orang yang selalu meyakini bahwasanya setiap persoalan yang datang di dalam hidupnya tiada lain adalah untuk tujuan kebaikan bagi dirinya, untuk meningkatkan kualitas dan kadar keimanannya kepada Alloh Swt. Sehingga tidak ada alasan baginya untuk berkeluh kesah, kecewa, menggerutu dan putus asa. Ia pun tidak akan merasa punya alasan untuk memamerkan penderitaan kepada orang lain.
Seseorang yang tangguh akan menjalani kehidupan sesulit apapun dengan penuh sabar dan tawakal. Karena baginya segala sesuatu yang terjadi di dunia ini tiada yang berada di luar kekuasaan dan izin Alloh Swt. Yang Maha Baik. Bukankah selama ini rezeki Alloh tak pernah berhenti mengalir deras kepadanya. Alloh Swt. telah merancang sedemikian rupa agar apapun yang terjadi terhadap dirinya adalah pasti mengandung kebaikan, karena sesungguhnya Alloh mustahil berbuat zholim terhadap makhluk-Nya.
Ketangguhan seorang muslim dalam menjalani kehidupan adalah ciri dari tauhiid yang bersih kepada Alloh Swt. Kesulitan hidup tak akan membuatnya menyerah, ia akan semakin ulet, tekun, dan yakin bahwa Alloh Yang Maha Kuasa dan Maha Kaya. Sebaliknya, kenyamanan hidup tidak akan membuatnya terlena dan terbuai oleh keadaan. Ia akan senantiasa waspada dan mawas diri pada setiap tipudaya syaitan, dan membelanjakan setiap apa yang ia miliki di jalan yang Alloh ridhoi.
Orang yang tangguh akan semangat mengukir prestasi. Namun, bukan demi penghargaan dan pujian manusia. Melainkan semata-mata karena niat ibadah lillaahi ta’aala. Ia yakin bahwa Alloh Swt. mencintai hamba-Nya yang bekerja dan berkarya secara itqon, profesional dan penuh dedikasi.
Saudaraku, marilah kita melatih diri untuk menjadi pribadi yang tangguh. Pribadi yang pantang mengeluh, pribadi yang istiqomah dalam mengerjakan kebaikan dan kebenaran, berprestasi sebagai ladang amal sholeh lillaahi ta’ala. Pribadi yang senantiasa menikmati manis pahit kehidupan sebagai keadaan yang sama saja, yaitu sarana mendekatkan diri kepada Alloh Swt. Wallohu a’lam bishowab
Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )

7 kunci kebahagian

Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA,
1. Jangan membenci siapapun, walau ada yang menyalahi hakmu.
2. Jangan pernah bersedih secara berlebihan, sekalipun problem memuncak.
3. Hiduplah dalam kesederhanaan sekalipun serba ada.
4. Berbuatlah kebaikan sekalipun banyak musibah.
5. Perbanyaklah memberi walaupun anda sedang susah.
6. Tersenyumlah walaupun hatimu sedang menangis.
7. Jangan memutus do'a untuk saudara mukmin.
Wallahua'lam...
SubhanaAllah…
Semoga kita bisa melaksanakannya .